Spiritualitas Minggu Ini
Sapaan Gembala
Sapaan Gembala : Penopang - Eps. 105
Sapaan Firman
Merancang Gereja yang "Asik": Membangun Ekosistem Pelayanan yang Relevan dan Ramah
Bacaan Alkitab Mingguan
Yosua 1:1-11, 1 Tesalonika 3:1-5
1 Samuel 3:1-9, 2 Tesalonika 2:13-3:5
Amsal 4:10-27, Lukas 6:12-19
Yeremia 18:12-17, Ibrani 2:5-9
Yeremia 18:18-23, Kisah Para Rasul 5:17-26
Yeremia 20:1-6, Lukas 11:53-12:3
Renungan Minggu Ini
Tidak Ada yang Mustahil
Bahan Bacaan: Kej. 18:1-15, Mzm. 116:1-2, 12-19, Rm. 5:1-8, Mat. 9:35-10:8
Menanti hal yang tak kunjung tiba, tentu sangat tidak nyaman. Dalam situasi ini kita bisa merasa gelisah, kehilangan kesabaran, marah, putus asa dan sebagainya. Ada hal sepele yang kita nanti, tapi juga ada hal besar. Mungkin kita menanti kapan penyakit kita sembuh, kapan kondisi keluarga kita menjadi lebih baik, kapan kita menemukan pasangan hidup dan sebagainya.
Seperti halnya Abraham, dia bukan hanya menanti apa yang ia harapkan tapi menanti janji yang Tuhan sendiri nyatakan untuk dirinya yaitu “engkau akan menjadi bapa banyak bangsa” (bnd. Roma 4:18; Kejadian 15:5). Bisa jadi semula Abraham tidak pernah punya mimpi atau harapan sebesar itu, tapi ketika Tuhan sendiri yang memberi janji, maka sebagai manusia sangatlah wajar bahwa ia akan menaruh harapan bahwa janji itu akan terwujud bahkan segera terwujud.
Seiring berjalannya waktu, tahun demi tahun terlewati hingga usia Abraham kira-kira seratus tahun. Rahim Sara istrinya telah tertutup. Tidak ada tanda bahwa Tuhan akan memenuhi janjinya, bahkan secara realita dan logika, Abraham dan Sara melihat janji itu mustahil terwujud. Hal ini terlihat dari reaksi Sara yang tertawa ketika firman Tuhan menyatakan bahwa ia akan hamil di tahun depan. (Kej. 18:10-12).
Ketika apa yang kita harapkan tak kunjung tiba padahal kita sangat menginginkan hal itu, berbagai reaksi bisa muncul, seperti, kita tergoda untuk mencari jalan pintas, kita meragukan Tuhan, kita kehilangan harapan bahkan mungkin marah kepada Tuhan. Abraham dan Sara sangat mungkin juga mengalami hal tersebut tetapi Allah tidak membiarkan mereka. Allah menolong mereka dan hadir menguatkan pengharapan mereka di dalam Tuhan (Kej. 18:1-15).
Abraham pun percaya kepada Allah. Ia percaya bahwa Allah berkuasa melakukan apa yang sudah Ia rencanakan dan Allah akan menepati janji-Nya. Artinya, kita pun sangat boleh menyampaikan harapan atau keinginan kita kepada Allah. Sekalipun demikian, sangat penting bagi kita untuk juga mau berpaut kepada Allah dan percaya Allah akan menolong kita seturut dengan kehendak dan waktu-Nya. Kedua, menanti rencana Allah diwujudkan dalam diri kita adalah hal yang penuh tantangan. Iman yang kuat berdiri di atas pengenalan akan Allah bukan berdasar apa yang sanggup kita lihat, realita maupun logika.
Marilah kita belajar mempercayakan hidup kepada Allah dan semakin mengenal-Nya, sehingga kita dapat menjalani hidup dengan iman yang makin bertumbuh di dalam Dia. (AS)
Tidak Ada yang Mustahil
Bahan Bacaan: Kej. 18:1-15, Mzm. 116:1-2, 12-19, Rm. 5:1-8, Mat. 9:35-10:8
Penulis: Pnt. AES
Menanti hal yang tak kunjung tiba, tentu sangat tidak nyaman. Dalam situasi ini kita bisa merasa gelisah, kehilangan kesabaran, marah, putus asa dan sebagainya. Ada hal sepele yang kita nanti, tapi juga ada hal besar. Mungkin kita menanti kapan penyakit kita sembuh, kapan kondisi keluarga kita menjadi lebih baik, kapan kita menemukan pasangan hidup dan sebagainya.
Seperti halnya Abraham, dia bukan hanya menanti apa yang ia harapkan tapi menanti janji yang Tuhan sendiri nyatakan untuk dirinya yaitu “engkau akan menjadi bapa banyak bangsa” (bnd. Roma 4:18; Kejadian 15:5). Bisa jadi semula Abraham tidak pernah punya mimpi atau harapan sebesar itu, tapi ketika Tuhan sendiri yang memberi janji, maka sebagai manusia sangatlah wajar bahwa ia akan menaruh harapan bahwa janji itu akan terwujud bahkan segera terwujud.
Seiring berjalannya waktu, tahun demi tahun terlewati hingga usia Abraham kira-kira seratus tahun. Rahim Sara istrinya telah tertutup. Tidak ada tanda bahwa Tuhan akan memenuhi janjinya, bahkan secara realita dan logika, Abraham dan Sara melihat janji itu mustahil terwujud. Hal ini terlihat dari reaksi Sara yang tertawa ketika firman Tuhan menyatakan bahwa ia akan hamil di tahun depan. (Kej. 18:10-12).
Ketika apa yang kita harapkan tak kunjung tiba padahal kita sangat menginginkan hal itu, berbagai reaksi bisa muncul, seperti, kita tergoda untuk mencari jalan pintas, kita meragukan Tuhan, kita kehilangan harapan bahkan mungkin marah kepada Tuhan. Abraham dan Sara sangat mungkin juga mengalami hal tersebut tetapi Allah tidak membiarkan mereka. Allah menolong mereka dan hadir menguatkan pengharapan mereka di dalam Tuhan (Kej. 18:1-15).
Abraham pun percaya kepada Allah. Ia percaya bahwa Allah berkuasa melakukan apa yang sudah Ia rencanakan dan Allah akan menepati janji-Nya. Artinya, kita pun sangat boleh menyampaikan harapan atau keinginan kita kepada Allah. Sekalipun demikian, sangat penting bagi kita untuk juga mau berpaut kepada Allah dan percaya Allah akan menolong kita seturut dengan kehendak dan waktu-Nya. Kedua, menanti rencana Allah diwujudkan dalam diri kita adalah hal yang penuh tantangan. Iman yang kuat berdiri di atas pengenalan akan Allah bukan berdasar apa yang sanggup kita lihat, realita maupun logika.
Marilah kita belajar mempercayakan hidup kepada Allah dan semakin mengenal-Nya, sehingga kita dapat menjalani hidup dengan iman yang makin bertumbuh di dalam Dia. (AS)
Ibadah Minggu Ini
KEBAKTIAN 06.00 WIB (Offline)
21 Jun 2026 • 06:00 WIBTema
Tak Ditinggalkan dalam Sengsara
Pengkhotbah
Pdt. Hobert Videman Gratius Ospara
Primus
Pnt. Erdian W. Nugroho
KEBAKTIAN 10.00 WIB (Hybrid)
21 Jun 2026 • 10:00 WIBTema
Tak Ditinggalkan dalam Sengsara
Pengkhotbah
Pdt. Hobert Videman Gratius Ospara
Primus
Pnt. Hamonangan Sianturi
KEBAKTIAN 18.00 WIB (Offline)
21 Jun 2026 • 18:00 WIBTema
Tak Ditinggalkan dalam Sengsara
Pengkhotbah
Pdt. Hobert Videman Gratius Ospara
Primus
Pnt. S. Farel Hasibuan
Artikel & Pengumuman
Informasi terbaru, pengumuman jemaat, dan berita kegiatan GKI Depok minggu ini.
Pendaftaran Beasiswa Pendidikan BPK Penabur
Youth Fellowship & Acoustic Night
Penggalangan Dana Aksi Kasih Bencana Alam
Jadwal Latihan Tari & Musik Tradisional (Semuger)
Sekolah Minggu Ceria: Menyambut Hari Anak Nasional
Ikuti Kami di Sosial Media
Ikuti Instagram komisi-komisi kami untuk melihat berbagai dokumentasi kegiatan dan info terbaru secara langsung.